Guru, Siswa, dan AI yang Sama-Sama Belajar
Refleksi dari Ruang Kelas Catatan tentang bagaimana guru dan siswa belajar menggunakan kecerdasan artifisial tanpa menyerahkan proses berpikir kepada mesin. “Pak, jawabannya sudah ketemu.” Seorang siswa menunjukkan layar telepon genggamnya. Di sana terpampang jawaban yang panjang, tersusun rapi, dan menggunakan istilah-istilah yang terdengar meyakinkan. Hanya dalam beberapa detik, kecerdasan artifisial telah memberikan pengertian, tahapan pekerjaan, contoh penerapan, hingga kesimpulan. Saya membaca jawabannya sebentar, lalu meminta siswa tersebut menjelaskan kembali dengan bahasanya sendiri. Ia terdiam. Beberapa temannya yang semula ikut melihat layar mulai saling berpandangan. Jawaban memang sudah tersedia, tetapi pemahaman belum tentu ikut hadir. Kalimat-kalimat pada layar terlihat cerdas, tetapi belum menjadi pengetahuan yang benar-benar dimiliki siswa. Peristiwa sederhana itu membuat saya memikirkan kembali kehadiran kecerdasan artifisial atau artificial intellig...